Mobil Keliling Di Kabupaten Kuantan Singingi

21-12-2015 Pekanbaru Dilihat 2743 kali

Diujung  tahun 2015, tepatnya tanggal 24 dan 25 November , Tim Keamanan Pangan Jajanan anak Sekolah  BBPOM di Pekanbaru  dengan satu unit Mobil Laboratorium Keliling melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar di Kecamatan Baserah dan Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi Prov Riau yang berjarak 6-7 jam dari Kota  Pekanbaru.

Perjalanan panjang dan lama tidak menyurutkan semangat Tim Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah BBPOM di Pekanbaru . Jarak tempuh yang lumayan jauh tetap dijalani dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab. Semua itu dilakukan  untuk  kesehatan anak-anak Indonesia yang berada jauh dari kota.

Dihari pertama, tanggal 24 Nopember 2015, Mobil Lab Keliling meluncur dari Kota Taluk Kuantan menuju kec. Baserah dengan waktu tempuh  lebih kurang 1,5 jam. Sekolah yang dikunjungi adalah SDN 001 Baserah dan SDN 002 Baserah.  Pada hari kedua BBPOM mengunjungi SDN 001 dan SDN 012 Inuman. Tim yang terdiri dari Petugas sampling , Penguji dan Penyuluh disambut hangat oleh komunitas sekolah. Kepala UPTD  Dinas Pendidikan di kedua kecamatan tersebut turut hadir untuk mengetahui program Pengawasan PJAS oleh BBPOM di Pekanbaru.

Petugas penyuluh memberikan materi  5 kunci Keamanan Pangan untuk anak sekolah, memperkenalkan tokoh POMPI sebagai ikon Badan POM untuk PJAS, mensosialisasikan website Badan POM dan situs klubpompi. Pada kesempatan itu, petugas  menyarankan agar pihak sekolah membentuk Tim Keamanan Pangan Sekolah. BBPOM membagikan rompi kepada Tim KPS dan satu  paket produk informasi berupa poster gantung. Kepada Pengelona kantin diberikan satu paket peralatan untuk kantin sekolah seperti celemek, penjepit makanan, wadah makanan bertutup,  lengkap dengan kertas  alas makanan dan sarung tangan plastik, sebagai langkah awal/ contoh, untuk kemudian diteruskan oleh pengelola kantin.

Dari keempat SD, petugas sampling mengambil 30  sampel PJAS. Dan dari hasil uji cepat terhadap Bahan Berbahaya, Tim Penguji menemukan 2 sampel positif mengandung Boraks, yaitu kerupuk nasi dan kerupuk tunjuk dari kecamatan Baserah.  Hasil uji langsung diumumkan dan sekaligus diberikan penjelasan tentang bahaya zat kimia Boraks bila masuk ke dalam tubuh manusia.

Dari kuisioner kepuasan pelanggan yang disebar pada saat penyuluhan, diperoleh informasi bahwa komunitas sekolah pada umumnya merasakan manfaat dilakukannya program ini dan mengharapkan agar BBPOM datang kembali ke sekolah mereka. Kepala UPTD mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Tim BBPOM di Pekanbaru

Balai Besar Pom Di Pekanbaru

Sarana