Intensifikasi Pengawasan Pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti

04-06-2018 Pekanbaru Dilihat 1400 kali

Intensifikasi Pengawasan Pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti
Balai Besar POM di Pekanbaru melakukan intensifikasi pengawasan pangan Ramadhan dan jelang Idul Fitri 2018 pada 30 Mei 2018 di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan diawali dengan koordinasi Kepala BBPOM di Pekanbaru, Mohamad Kashuri, dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan, yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Yulian Norwis, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Kepulauan Meranti. Diharapkan dengan pertemuan ini hubungan BBPOM di Pekanbaru dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti semakin sinergis sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah.
Bersamaan dengan itu, dilakukan juga intensifikasi pengawasan pangan yang di fokuskan pada pangan olahan tanpa izin edar (TIE), kedaluwarsa, dan rusak di sarana distribusi pangan dan pengawasan terhadap pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya. Intensifikasi pengawasan ini dilakukan secara terpadu dan sinergis bersama lintas sektor terkait di Kabupaten Kepulauan Meranti. 
Pada pelaksanaan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan di Selat Panjang, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 7 sarana distribusi pangan, dengan hasil sarana memenuhi ketentuan (MK) karena tidak ditemukan produk pangan kedaluwarsa, rusak, dan TIE. Pengawasan juga dilakukan terhadap pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya dengan melakukan pengujian terhadap 50 item sampel. Dari hasil pemeriksaan menggunakan rapid test, ditemukan 6 sampel tidak memenuhi ketentuan (TMK), yakni ; 2 sampel kerupuk positif boraks, 1 sampel delima positif rhodamin B, 1 sampel sagu pink positif rhodamin dan 2 sampel mie tiaw positif boraks.
Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap potensi bahaya pangan TMK, petugas BBPOM di Pekanbaru juga melakukan kegiatan sosialisasi dengan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dan pendekatan preventif dengan mengajak pelaku usaha untuk bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan mutu pangan sepanjang rantai distribusi dan juga mengimbau pelaku usaha untuk terus menaati peraturan yang berlaku. Masyarakat juga diharapkan agar lebih proaktif dalam memilih pangan yang dibeli dan ingat selalu "Cek KLIK". Cek Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan tidak melebihi masa Kedaluwarsa.
Sarana