Untuk meningkatkan intensifikasi pengawasan keamanan pangan dalam rangka memasuki bulan suci Ramadhan, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru, Drs. H. Indra Ginting, Apt., M.M. didampingi oleh Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan, Drs. Adrizal, Apt., dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Yustinawati, S. Si., Apt., melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Propinsi Riau Ir. Arsyadjuliandi Rachman, MBA. Audiensi dilakukan pada hari Senin tanggal 30 Juni 2014, bertempat di Kantor Gubernur Propinsi Riau.
Kepala BBPOM di Pekanbaru menyampaikan informasi tentang tugas pokok BBPOM di Pekanbaru terkait pengawasan keamanan pangan memasuki bulan Ramadhan. Wakil gubernur menyambut baik dan memberi dukungan penuh untuk kegiatan pengawasan keamanan pangan dimaksud. Wakil gubernur juga mangucapkan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan oleh BBPOM di Pekanbaru dalam melindungi masyarakat Riau terhadap peredaran obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.
Pada saat diskusi, Kepala BBPOM di Pekanbaru memberikan klarifikasi terkait isu bakso yang mengandung daging babi yang ditemukan di Kota Dumai. Kepala BBPOM di Pekanbaru menyampaikan bahwa hingga berita ini diturunkan belum ada permintaan pengujian bakso yang mengandung daging babi seperti dimaksud. Disamping itu, Kepala BBPOM di Pekanbaru juga memberikan klarifikasi terkait raskin (beras miskin) yang dilaporkan mengandung Formalin, yang beredar di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Meranti. Setelah dilakukan pengujian oleh petugas BBPOM di Pekanbaru, sampel raskin tersebut dinyatakan negatif (tidak mengandung) Formalin. Selain itu, terkait gorengan yang dimasak menggunakan minyak bercampur lilin dan plastik yang ditemukan di Kabupaten Indragiri Hilir, sudah dilakukan sampling oleh petugas kemudian sampel tersebut dikirim ke Direktorat Pengawasan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM RI.
Melalui pertemuan ini diharapkan kerja sama antara BBPOM di Pekanbaru dengan Pemerintah Propinsi Riau semakin baik, sehingga peredaran obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan dapat ditekan.
Balai Besar POM di Pekanbaru