BBPOM di Pekanbaru Uji dan Nilai Hasil Penerapan Keamanan Pangan di Desa Penerima Intervensi Program Desa Pangan Aman Kabupaten Pelalawan

16-06-2024 Balai Besar/Balai POM Dilihat 83 kali

Pelalawan - BBPOM di Pekanbaru bersama Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) dan Petugas Puskesmas melakukan kegiatan  Pengawasan Keamanan Pangan Desa (Sampling dan Pengujian) serta Pengambilan Data/Survei Pre Intervensi dalam Rangka Desa Pangan Aman yang dilakukan pada 3 desa di Kabupaten Pelalawan yaitu Desa Palas  (10/06/2024), Desa Makmur (11/06/2024), dan Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota (12/06/2024). Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengambilan Data/Survei Pre Intervensi ialah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan, sikap dan perilaku dari komunitas dan kader desa mengenai keamanan pangan. Sedangkan kegiatan  Pengawasan Keamanan Pangan Desa Pre Intervensi bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi keamanan pangan yang ada pada ketiga desa tersebut.

Kegiatan intensifikasi pengawasan keamanan pangan desa dilaksanakan dengan melakukan sampling serta pengujian 4 bahan kimia berbahaya (formalin, boraks, metanil yellow dan rhodamin B) terhadap berbagai produk pangan olahan yang ada pada ketiga desa tersebut. 

Adapun hasil pelaksanaan kegiatan sampling dan pengujian yang telah dilakukan pada masing-masing desa ialah:
- Desa Palas: Dari 54 sampel yang diuji diperoleh hasil 53 Sampel tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya, 1 sampel terdeteksi mengandung rhodamin B.
- Desa Makmur: Dari 51 sampel yang diuji diperoleh hasil 47 sampel tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya, 4 sampel terdeteksi mengandung boraks.
- Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota: Dari 50 sampel yang diuji diperoleh hasil 44 sampel tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya, 5 sampel terdeteksi mengandung boraks dan 1 sampel terdeteksi mengandung rhodamin B.

Menurut Ketua Tim Desa Pangan Aman BBPOM di Pekanbaru, Yudha Agus Pranata Barutu, "Berdasarkan hasil survey intervensi yang telah dilakukan BBPOM di Pekanbaru terhadap sarana-sarana komunitas desa/kelurahan diperoleh hasil bahwa masih ada komunitas yang belum paham dan menerapkan keamanan pangan dengan baik karena ditemui makanan dialas kertas koran dan terdeteksi makanan yang mengandung bahan berbahaya yaitu rhodamin B dan boraks ."

Setelah  intervensi dari BBPOM di Pekanbaru selesai, diharapkan komunitas desa akan terus mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku terkait keamanan pangan. KKPD juga diharapkan akan terus mensosialisasikan keamanan pangan dan mencegah stunting kepada berbagai lapisan masyarakat desa agar kesehatan masyarakat dapat semakin ditingkatkan

Sarana